oleh

Siapa Sangka Si ‘Anak Dusun’ itu Menang di Pilgub Jambi

PerisaiNews.id – Dari hasil resmi pleno 141 Kecamatan, teka-teki siapa yang memenangkan Pilgub Jambi 2020 terjawab sudah. Drama seru perebutan suara antara pasangan CE-Ratu dan Haris-Sani yang mendebarkan bagi pendukung, kini boleh dibilang berakhir. Al Haris sang birokrat yang juga merupakan si ‘Anak Dusun’ dan Abdullah Sani sang kiyai, juga masih terbilang menang dari hasil hitung sementara KPU.

Klaim kemenangan kedua pasangan itu juga tercatat melalui hasil Quick Count LSI, kini terjawab oleh hasil pleno penghitungan suara tingkat kecamatan yang sudah rampung 100 persen, dari 141 kecamatan yang ada di Jambi. Dari hasil pleno tersebut, mengesahkan kemenangan bagi pasangan Haris-Sani.

Dikutip dari laman detikcom, cerita si ‘Anak Dusun’ itu bermula ketika pria yang memiliki nama Al Haris itu awalnya hanya sebagai pejabat ASN di Pemerintah Provinsi Jambi. 27 tahun mengabdi menjadi ASN, Haris kemudian memantapkan diri maju di pemilihan bupati. langkah Haris terbilang beruntung, maju di Pilkada Merangin perdana nya, ia pun terpilih sebagai pemimpin tertinggi di Merangin Jambi itu.

Haris maju Pilbup Bupati 2013 lalu bersama seorang ASN yakni Khafid Moein. Pasangan ini bahkan terpilih suara cukup banyak dengan mengalahkan kandidat lainnya. Duduk menjabat sebagai bupati, kemudian Haris memantapkan hati nya bergaung ke partai politik. Ia memilih Golkar pada saat itu, di tahun 2017 lalu, di Golkar, karir nya pun melesat tajam, hingga menjabat di Ketua harian di parpol tertua itu.

‘Si Anak Dusun’ bergelar Doktor di IPDN ini bahkan mampu di kenal sebagai pria beruntung yang duduk menjadi bupati. Bagaimana tidak, pria yang lahir di Desa Sekancing, Kabupaten Merangin Jambi ini maju di Pilkada perdana nya di Merangin dengan melawan sang petahana kala itu. Bermodal keyakinan dan pengalaman di Birokrasi, langkahnya itu berjalan mulus hingga ia sukses jadi bupati.

Selama 5 tahun di percayai memimpin Merangin, beberapa program kerjanya nya mulai dilaksanakan dengan baik kala itu. Satu persatu program mulai berjalan yang dirasakan masyarakat Merangin. Ia bahkan juga disebut-sebut sebagai bapak Pembangunan di Merangin Jambi itu.

Di akhir masa jabatannya sebagai bupati. Haris kemudian mencalonkan diri kembali di Pilbup Merangin. Di pilkada keduanya, Haris memilih pasangan dari seorang yang memiliki bidang di Birokrasi pula yakni Mashuri.

Pasangan petahana ini, saat itu di usung hanya 3 parpol saja yaitu Golkar, Hanura dan PPP. Di pilkada keduanya itu, persaingan Haris tidaklah mudah, lawan-lawannya saat itu terbilang kuat dan terbilang cukup di kenal di tanah Merangin tersebuy. Walau hanya diusung 3 partai dengan kursi terdikit di pilbup ini, namun lagi-lagi langkah ‘Si Anak Dusun’ yang juga sang Birokrat ini lagi-lagi terbilang beruntung ia kembali terpilih menjadi bupati untuk kedua kalinya.

Meski menjabat sebagai bupati, Haris tak pernah memposisikan dirinya dengan penuh keangkuhan. Dengan sosok sederhananya itu ‘Si Anak Dusun’ itu ibarat peribahasa “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi” mengartikan suatu kondisi yang adil, imbang atau setara. Ia bisa menempatkan dirinya dimana saja.

Di awal keterpilihannya itu, sosok Haris mulai dikenal banyak publik Jambi. Masyarakat Jambi mulai mencari-cari tahu tentang bupati Merangin itu yang berhasil berkarir di politik.

Dua tahun menjabat di era dua periode nya itu, sosok pria sederhana itu kemudian mulai dikait-kaitkan dengan pemilihan gubernur Jambi. Nama nya mulai bermunculan di peta politik Jambi saat itu. Ya, wajar saja, dua kali berhasil terpilih sebagai bupati, ia terbilang pantas maju di pemilihan tertinggi di wilayah Jambi tersebut.

Hingga akhirnya, Haris kemudian menerima tantangan itu. Dengan Menyatakan sikap maju di Pilgub Jambi ia kemudian disandingkan dengan sosok ulama yang juga mantan Wakil Wali Kota Jambi periode 2013-2018, Abdullah Sani.

Bersatunya pasangan ini, juga dikenal sama-sama memiliki sifat yang ramah, dan sama mempunyai sifat yang sederhana.

Siapa sangka, dua orang ini kemudian bersatu dan kemudian sepakat maju di Pilgub Jambi. Dengan di usung PKS, PKB dan Bekarya kala itu, Haris dan Abdullah Sani lalu di deklarasikan oleh tiga partai ini. Majunya sang Birokrat dan seorang Kyai terbilang pasangan yang pertama kalinya mencuat di publik. Bahkan dimana banyak nama-nama kandidat yang lain masih bingung mencari pasangannya, ia malah telah memilih pasangannya yang se-ide dan se-pemikiran.

Berjalannya waktu, usai di deklarasi ternyata mulai ada paslon yang bermasalah kala itu, Haris mulai getar-getir dalam melangkah di Pilgub Jambi tersebut. Namun sikap yakin Haris itu tak membuatnya pantang menyerah sebelum berperang. Dengan gesit dan kelincahannya itu, hingga kemudian PAN pun merekomendasikannya dengan komplitlah sudah kursi pilgub Jambi ‘Si Anak Dusun’ itu.

Kini ‘Si Anak Dusun’ itu sedang mengampai mimpinya, mimpi sukses memimpi Jambi ini. Dengan penuh keyakinanya itu bisa saja keberuntungan itu lagi-lagi berpihak padanya.

Ternyata, keberuntungan itu kembali berpihak padanya, di Pilgub Jambi ini Al Haris dan Abdullah Sani tercatat menang dari hasil hitung sementara KPU di total suara 97,95 persen.

Dari hasil sementara KPU itu, Paslon Al Haris-Abdullah Sani mampu meraih peringkat suara terbanyak dengan total 38,0 persen atau sebanyak 582.896 suara dan diperingkat kedua yakni Cek Endra dan Ibu Tiri Zola, Ratu Munawaroh mendapat total suara 37,5 persen atau sebanyak 573.937 suara. Selanjutnya paslon Fachrori-Safril Nursal hanya mampu meraih total 24,5 persen atau sebanyak 375.666 suara.

Sejauh ini dari hasil hitung sementara KPU pertanggal 15 Desember 2020 jumlah total TPS yang sudah masuk sebanyak 8.067 dari 8.236 TPS. Saat ini untuk hasil Sirekap di tingkat Kabupaten yang sudah masuk 100 persen berada di Tanjabtim, Tebo, Kerinci, Sarolangun dan Muaro Jambi

Dari kemenangan itu, Direktur Center Haris-Sani, Hasan Mabruri juga ikut merilis data, kemenangan Haris-Sani yanh dibuktikan dari Form (Formulir) pengesahan D-Hasil Kecamatan-KWK seluruh kecamatan. Rangkuman semua itu menunjukkan, pasangan dengan jargon Jambi Mantap berhasil menjadi juara dengan meraup 596.589 Suara (38,1 Persen).

Sementara, di posisi kedua ditempati pasangan CE-Ratu dengan jargon Jambi Cerah yang mendapatkan 587.172 suara (37,5 Persen), sedangkan pasangan Fachrori-Syafril dengan jargon Jambi Berkah berhasil mengumpulkan 383.639 suara (24,5 persen).

Bila dilihat dari jumlah total kemenangan Kabupaten, pasangan CE-Ratu berhasil unggul di 5 Kabupaten. Yakni; Sarolangun, Tebo, Batanghari, Tanjabbar dan Tanjabtim. Berikutnya, pasangan Fachrori-Syafril unggul di 3 Kabupaten/Kota, yakni; Bungo, Kerinci dan Sungai Penuh. Sementara pasangan Haris-Sani juga unggul di 3 Kabupaten Kota, yakni; Merangin, Muaro Jambi dan Kota Jambi.

Meski hanya unggul di 3 Kabupaten Kota, strategi pasangan Haris-Sani boleh dibilang jitu. Sebab, keunggulan tersebut diraih pada kabupaten/kota yang memiliki suara “gemuk”, alias memiliki pemilih paling banyak berdasarkan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Seperti Kota Jambi dengan pemlilih terbanyak pertama, Muaro Jambi pemelihan terbanyak kedua dan Merangin pemilih terbanyak ketiga.

Di Kota Jambi, pasangan Haris-Sani berhasil meraup 126.334 suara (52,8 persen), jauh unggul dari pasangan CE-Ratu yang meraih 74.407 (31,1 persen), sementara Fachrori-Syafril meraih 38.421 suara (16,1 persen).

Kemenangan terbesar Haris-Sani terjadi di Kabupaten Merangin, di mana pasangan nomor urut 3 ini berhasil meraih 116.070 suara atau 69,7 persen, disusul pasangan CE-Ratu 34.443 suara (20,6 persen) dan pasangan nomor urut 3 dengan perolehan 16.122 suara.

Hasan Mabruri juga mengucapkan rasa syukur atas kemenangan ini. Menurutnya, kemenangan ini bukanlah kemenangan Haris-Sani saja, tapi kemenangan seluruh elemen pencinta demokrasi dan rakyat Jambi.

”Bapak Al Haris dan Bapak Abdullah Sani mengucapkan rasa syukur terkait hasil ini. Ini adalah kemenangan demokrasi di Jambi, ini adalah kemenangan seluruh masyarakat, kemenangan ini adalah awal kebangkitan kita untuk membangun Jambi dimasa akan dating,” tutur pria yang akrab disapa Bohok ini.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pendukung dan pemilih Haris-Sani untuk tetap menjaga suasana kondusif sampai proses penetapan nanti.

”Tentu kita semua merasa gembira dengan kemenangan ini, dan sangat wajar bila masyarakat merasa senang. Meski begitu, satu hal yang lebih penting adalah, kita harus kembali merajut kebersamaan, kembali merangkai semangat, kembali menyulam rasa saling memliki, karna sikap ini adalah kekuatan bagi Haris-Sani nantinya dalam menyukseskan pembangunan Jambi untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Terkait merebaknya isu akan ada gugatan dari pasangan lain ke Mahkamah Konstitusi (MK), ia mengaku tidak ingin berspekulasi.

”Saya kira semua kandidat diberi ruang yang sama untuk berekspresi, saya tidak ingin berspekulasi terkait isu tersebut. Namun satu keyakinan saya, semua kandidat adalah orang-orang besar dan tokoh kunci panutan masyarakat Jambi, para panutan kita tersebut saya yakini tidak ingin ada kegaduhan lebih lanjut, karena semua mencintai Propinsi Jambi,” ujar Hasan

“Semua pasti ingin Jambi segera membangun dan melaju untuk mengejar ketertinggalan. Sekarang mari kita semua berpikir positif untuk kemaslahatan,” sambungnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed