oleh

Pemkab Sarolangun Gelar Sosialisasi Teknis Permendagri No 70 Tahun 2019 Tentang SIPD

Perisai News – Pemkab Sarolangun melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sarolangun, menggelar Sosialisasi Teknis Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), Rabu (5/8), bertempat di Ruang Pola BPKAD Kabupaten Sarolangun.

Sosialisasi ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Bupati Sarolangun yang diwakili Asisten II, Ir. Dedi Hendry.

Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi dari instansi pemerintahan di Kabupaten Sarolangun.

Sekretaris BPKAD Kabupaten Sarolangun, Ujang Junaidi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi dilaksanakan atas dasar PP Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang SIPD dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021.

“Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk sosialisasi teknis SIPD yaitu melaksanakan sosialisasi teknis terhadap implementasi yang berguna meningkatkan pemahaman SIPD dan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan/operasi SIPD,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II, Ir. Dedy Hendry ketika membacakan sambutan Bupati Sarolangun, menerangkan dalam Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 ada perubahan yang cukup mendasar.

Dimana pada tahun 2021 semua proses yang selama ini kita jalankan akan mengalami perubahan yang sangat besar dan signifikan, seperti perubahan nomenklatur, program kegiatan, sub kegiatan serta perubahan pada sistem untuk mengelola APBD.

“Saat ini kita memasuki tahapan penyususnan APBD Tahun 2021, maka dengan adanya perubahan harus benar-benar paham seperti apa tata cara dari sistem baru kedepan, sehingga tidak membingungkan nantinya dalam pengoperasian sistem tersebut, dimana selama ini Kabupaten Sarolangun masih menggunakan SIPKD,” bebernya.

Dedy berharap, perubahan sistem ini dengan adanya pelaksanaan sosialisasi  untuk dapat mengingatkan serta menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan adanya perubahan-perubahan sistem yang baru. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed