oleh

Ibu Tiri Zola Terancam Penjara 3 Bulan Atas Kasus Dugaan Kampanye di Masa Tenang Pilkada

 

Perisainews.id– Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jambi telah memanggil beberapa saksi atas dugaan kampanye yang dilakukan paslon ibu tiri Zola, Ratu Munawaroh di masa tenang Pilkada. Bawaslu juga berencana akan melakukan pemanggilan terhadap ibu tiri Zola untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sekarang kan kita telah meminta keterangan kepada para saksi, nanti kita dalami dulu, lalu kita juga akan berkoordinasi lagi. Jika kasus ini berlanjut sampai kepihak penyidikan tentu jika perlu yang bersangkutan dipanggil kita panggil untuk dimintai keterangan,” kata Ketua Bawaslu Kota Jambi, Ari Juniarman kepada wartawan Senin (14/12/2020).

Ari menambahkan, apabila telah rampung semua. Bawaslu tidak menutup kemungkinan akan memanggil terlapor ibu tiri Zola yakni Ratu Munawaroh.

Ibu tiri Zola itu di laporkan tim advokasi paslon 03 Al Haris- Abdullah Sani pada Senin (7/12). Paslon yang di usung Golkar dan PDI-P tersebut dilaporkan karena melakukan kampanye dimana setiap kandidat dilarang melakukan kegiatan mengumpulkan massa dengan berkampanye di masa tenang Pilkada.

Sejauh ini, Bawaslu Jambi telah menerima atas beberapa bukti dari laporan. Nantinya jika terbukti bersalah paslon 01 itu akan mendapatkan sangsi baik berupa pidana bahkan didiskualifikasi dari pemilihan kepala daerah.

“Kita dari Bawaslu sudah memberitahukan kepada setiap kandidat jangan ada kegiatan apapun itu di masa tenang. Karena tinggal menunggu beberapa hari lagi masa pemilihan yang jelas kita akan proses laporan itu kalau memang nantinya bersalah maka akan ada sangsi pidana pemilu” ujar Ari.

Ari menjelaskan sangsi pidana itu dapat diberikan kepada paslon sesuai pasal 187 ayat 1 UU Pilkada. Dimana setiap paslon yang sengaja mekakukan kampanye diluar jadwal yang ditetapkan KPU maka dapat terancam penjara selama tiga bulan atau denda 1 juta rupiah.

“Untuk hukuman sendiri, apabila terbukti bersalah yang bersangkutan (Ratu Munawaroh) akan dikenakan Pasal 187 ayat 1 dengan penjara paling singkat 15 hari paling lama 3 bulan atau denda paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 1 juta rupiah,” kata Ari.

Sebelumnya diberitakan tim Advokasi Haris – Sani melaporkan paslon 01 di Pilgub Jambi karena melakukan kegiatannya dugaan berkampanye pada Minggu (6/12) kemarin. Padahal hari itu semua paslon di Pilkada dilarang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kampanye karena sudah masa tenang.

Kegiatan Ratu itu tepat di Perumahan Permata Hijau yang dikemas melalui kegiatan olahraga. Dia diduga sengaja datang ke masyarakat walau itu dianggapnya bukan bentuk kampanye. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed