oleh

Dua Orangutan Selundupan dari Thailand di Pulangkan ke Jambi

PerisaiNews.Id– Dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) yang diselundupkan ke Thailand kini tiba di Jambi. Orangutan Sumatera berjenis kelamin betina bernama ‘Ung Aing’dan ‘Natalee’, ini merupakan hasil sitaan Polisi Penanggulangan Kejahatan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Thailand (Natural Resources and Ennvironmental Crimes Division/NRECD) yang diserahkan ke Indonesia.

Tim dari BKSDA Jambi berkerjasama dengan mitranya yaitu Frankfurt Zooogical Society (FZS), menyambut kedatangan kedua satwa tersebut dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Rencananya, kedua orangutan akan dikarantina yang difasilitasi oleh FZS, sebelum menjalankan serangkaian prosedur Pelepasliaran pada waktunya.

“Orangutan ini merupakan korban perdagangan satwa illegal yang disampaikan oleh pemerintah Thailand melalui surat dari Departement of National Park and Plant Conservation kepada pemerintah Indonesia yang akan menjalani proses rehabilitasi di BKSDA Sumatera Utara dan BKSDA Jambi,” kata Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh kepada wartawan usai proses pemulangan dua Orangutan ke Jambi, Jumat (19/12/2020).

Sebelum proses dibawa ke Jambi, dua ekor Orangutan Sumatera berjenis kelamin betina itu juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kesehatan mentalnya.

Repatriasi kedua Orangutan itu ke Indonesia dan kemudiam dibawa ke Jambi sebagai bentuk memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia – Thailand. Dua Orangutan sumatra (Pongo abelli) ini juga disebut sebagai spesies Orangutan terlangka.

“Orangutan sumatera ini hidup dan endemik nya Sumatra. Badan konservasi dunia The International Union for Conservation of Nature (IUCN), juga memasukan spesies dua Orangutan ini dalam status kritis. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) juga memasukan satwa ini ke dalam apendix I,” ujar Rahmad.

Dikatakan Rahmad, dua Orangutan yang diamankan di bandara Thailand itu diselundupkan dari jalur-jalur tikus di Indonesia. Rencananya dua Orangutan yang diselamatkan ini dibawa ke Thailand untuk dijadikan hewan peliharaan padahal spesies dua ekor Orangutan itu adalah merupakan hewan langka yang hanya bisa hidup dihutan Sumatera Indonesia.

“Di Thailand itu Orangutan ini akan dijadikan hewan peliharaan, padahal ini adalah termasuk hewan yang sudah mulai langka dan spesiesnya hanya tinggal sedikit apalagi hewan ini hanya bisa hidup di hutan Sumatera. Kita selaku Balai KSDA Jambi menyambut baik proses repatriasi kedua orangutan tersebut dan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam pemulangan orangutan, khususnya Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Karantina, Garuda Indonesia, Angkasa Pura, FZS, serta pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu,” ucap Rahmad.

Rencananya, kedua Orangutan yang dipulangkan dari Thailand ini nantinya akan direhabilitasi pada Pusat Rehabilitasi Danau Alo Tanjung Jabung Barat. Proses repatriasi merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian satwa liar khususnya orangutan sumatera.

“Sebelum akan dilepasliarkan ke kawasan hutan di Kabupaten Tebo, kedua Orangutan ini juga akan kita rehabilitasi dulu. Kita cek kesehatannya hingga benar-benar bisa dilepasliarkan, tentu proses rehabilitasi ini perlu proses yang panjang karena kita sangat benar-benar harus mengetahui kondisi kedua hewan langka ini sehat. Rehabilitasi kedua ekor Orangutan ini akan kita lakukan di pusat Rehabilitasi Danau Alo Tanjung Jabung Barat, Jambi,” terang Rahmad.

Sejauh ini, keberhasilan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, beserta Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur dan  Kedutaan Besar RI Bangkok sudah memulangkan sebanyak sebelas ekor orangutan sumatera yang terdiri dari 9 sembilan ekor dari negara Malaysia dan dua ekor dari negara Thailand.

Saat ini, untuk proses hukum di Thailand sendiri terkait kedua Orangutan ini telah selesai sehingga kedua satwa tersebut dapat dipulangkan kembali ke Indonesia. (red)

 

Sumber : detikcom

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed